Jumat, 27 Maret 2009

Headshotmu Terkategori Apa?

Bismillah...

Tentang headshot(HS). Ada beberapa kasus yang berkaitan dengan HS yang agak mengganggu saya untuk lebih menyeriuskan pertalian pertemanan di dunia multiply(MP). Bagi saya, terus terang saja nih ya, HS adalah satu bahan cukup penting dalam mengidentifikasi awal "siapa sih sebenarnya yang punya blog ini?". Kenapa? Eh, iya ya? Kenapa?................. (sejenak ngeloading dulu. Lupa. Tadi mo nulis apa ya? hehe.. pikunkerendotcom). Oh iya. Ya karena HS adalah utusan awal seorang MPers untuk menunjukkan siapa dirinya. Minimal dengan adanya HS, kita bisa tahu pemilik blog ini bergender lelaki atau perempuan. Sehingga, saya pun bisa lebih mengidentifikasi apakah ia adalah seseorang yang bisa dijadikan sasaran untuk kujadikan calon istriku ato 'hanya' untuk berteman saja. heuheu.. Wadaw.. Siapa nih yang ngelempar bunga mawar merah ke aku? Ayo ngaku! wew.. haha.. Tapi sering juga sih, didapati kasus MPer berHS kemaskulin-maskulinan, tapi MPer-nya ternyata feminim. Weh? Saya sudah manggil dia Mas atau Akang, tapi yang punya MP kemudian protes. "Kamu homreng ya? Di matamu kau jadikan semua perempuan cantik sepertiku menjadi lelaki idamanmu? huh.." gubraks. hehe.. Just kidding. Tapi eh tapi, ini beneran ada loh. Silakan saja cek sendiri di daftar kontak saya (kalo ngga ada kerjaan, dan ngga usah sambil ngupil, yo! jorok). Walau pun memang bisa diidentifikasi lebih lanjut dengan melihat ID-nya, tapi bukankah sense ke gambar jauh lebih besar jika dibandingkan ke tulisan? Apalagi nih ya, kalo ID-nya juga bisa tertafsir di dua gender. Makin asyik aja noh. Hahahahaa.. Ya tapi begitulah faktanya. Hayooo.. yang ngerasa silakan ngacung tapi ngga usah bangga dengan bau keteknya! waw.. piiiiiiiisss.. hehe.. Oke lah. Misalkan saja nih, ada foto pesepakbola ganteng (yang mirip saya) yang ternyata dijadikan HS di MPnya perempuan. Nah loh, jadi agak gimanaaa gitu (bingung menjelaskan rasa yang ada. halah). Tapi sampai saat tulisan ini dipublikasikan, belum ada perempuan yang menjadikan foto saya sebagai HSnya. Duh, kok bisa ya? Padahal kan... tet tot -sensor-

Intinya, adain dong HSnya dan please jadikan HS adalah identitas yang lo banget. Entah itu tokoh favorite lo(yang segender) entah di dunia cartoon ato di dunia yang laen (pocong boleh juga noh. hoho.. ) ato lebih baik lagi kalo HS itu adalah foto lo sendiri yang menurut saya, ini HS paling ideal. Kenapa paling ideal? Karena memang HS foto diri menunjukkan keterusterangan dan keterbukaan. Ini loh aku. Bolehkah kumenjadikanmu calon istriku? eh salah, teman dan sahabatku? Wiihh.. terkesan dan memang gentle kan? Nampang dikit lah kagak ngapa toh? "Iiiihh.. ane kan ngga narsis kayak antum, akh. ngga mau ah kalo musti nampang foto sendiri mah. Ntar kalo calon suamiku malah marah-marah, gimana?" Heleh heleh.. Oke lah. Tapi izinkanlah diriku tuk berargumentasi sedikit di paragraf berikutnya.

Foto diri sebagai HS punya beberapa kategori. Tak melulu diidentikkan bahwa pastilah orang narsis yang memajang foto sendiri sebagai HS. Oke lah, saya coba paparkan satu per satu :

  1. HS identitas murni. HS ini hanya ingin menunjukkan bahwa dia adalah ini, bukan yang itu. Titik. Sehingga, kesan ketika melihat HS identitas murni adalah, biasa-biasa saja dan diringi ujaran "Oh, ini toh?". Karena kenapa? Ya karena dia hanyalah sebagai identitas saja. Misalkan saja nih ya, foto di ijazah ato KTP (yang normal). Nah itu, terkategori HS identitas murni. Misalkan foto ini. Cakep kan? hohohohoooo...
  2. HS malu-malu. Ya kalo dari HS ini, minimalnya kita tahu bahwa dia laki-laki ato perempuan. Sebenernya, HS model ini cukup aman juga kalo mau digunakan oleh para akhwat, muslimah, atau perempuan yang tak hendak disalahgunakan fotonya oleh pria-pria pencari kecantikan semata. Bisa foto siluet, ato foto tampak belakang, atau tak nampak-nampak.. *halah.. Kalo mo contoh, nih saya kasih contoh konkretnya.
  3. HS narsis. Ya namanya juga narsis. Tentu tak sekedar informasi identitas yang ingin disampaikan lewat HS itu. Melainkan ingin pula menyampaikan pesona. wiiihh... hahahahaaa... Senyum manis, tatapan menggoda, ketawa centil, manyun manja, cool gagah, sampai kedipan memanah jiwa. heheheheee... Saya kesusahan untuk menyontohkan HS yang satu ini. Soalnya kalo nyomot foto orang laen, khawatir ntar berlanjut ke meja hijau. Sementara foto saya pribadi, tak ada yang cukup narsis untuk dikatakan masuk ke kategori foto narsis. hehehehee...
  4. Apa lagi ya? Sok atuh ditambahin. Biar ilmu ttg MP kita semakin bertambah, berkembang, berkah dan halal pula.
Sekian dan terima kasih. Eh eh bentar.. HS kamu masuk kategori yang mana?

*****

0 komentar: