Bismillah...
Sebuah permintaan terucap ketika kami bersalaman untuk berpisah.
"Mungkin kalian bisa bantu mewujudkan mimpi saya ini dengan menuliskannya di blog kalian.", kata Mas Gong (Gola Gong -red). "Semakin banyak yang mengetahui mimpi ini, semoga akan semakin banyak yang mendoakan dan membantu mewujudkannya." Itu tuturnya di akhir-akhir perbincangan melingkar kami di Rumah Dunia, di bawah rindangnya pohon 'apa ya?'. Ketika itu, saya pun berjanji untuk bisa memenuhi permintaan itu. Siiip lah, bukan sesuatu yang memberatkan, toh? Hoho.. Tentu tidak. Asalkan tak minta ditraktir saja ya, Mas Gong :D
Back to sekitar sejam sebelumnya :
"Barusan saja saya sedang bermimpi. Mimpi seharga 5 milyar!", ujarnya berbinar. "Lantas, ketika mendengar ada rombongan tamu dari IPB, saya langsung senang. 'Nah ini dia orang-orang yang akan saya jejali mimpi saya.', fikir saya", lanjutnya dengan derai tawa yang tertutup-tutupi. Tak nampak sama sekali bahwa ternyata Mas Gong sedang sakit, yang ternyata sakit yang dikasihNya itu sama persis dengan penyakit yang dikasihNya pada ibu saya. Pengapuran di bagian tulang leher yang kemudian mengakibatkan terjadi keterjepitan syaraf.
"Lihat lahan di luar ini?", tanya Mas Gong sembari menunjuk ke arah luar Rumah Dunia. "Saya punya mimpi lahan seluas 2000 m2 itu akan saya bebaskan. Saya akan bangun sebuah gedung pertunjukkan seni di atasnya.", keyakinan yang membuat kami pun yakin mimpi itu tak lama lagi kan terlaksana, insyaAlloh.
"Tarafnya masih lokal sih, tapi ini akan menjadi sebuah karya besar untuk masyarakat Banten.", ujarnya. "Nah, setelah dihitung-hitung, ternyata kira-kira butuh dana 5 milyar untuk mewujudkannya. Wah wah.. dana dari mana tuh? Saya pun tiba-tiba teringat tentang buku saya "Balada Si Roy". Hak ciptanya masih ada pada saya. Nah, ketika itulah saya berfikir untuk menjadikannya (kembali) sebuah film."
Singkat cerita, setelah dihitung-hitung, maka royalti pemfilman "Balada Si Roy" akan bisa mewujudkan impian Mas Gong membangun gedung Pertunjukan Seni itu. Dalam sepekan ini, Indika production house tengah menggodok kemungkinan mengangkatnya (kembali) ke layar perak. Semoga saja bisa terlaksana. Selain itu, mas Gong bisa istirahat total dari dunia kepenulisan untuk recovery kondisi syarafnya yang menurut saran dokter, mesti istirahat dari menulis(mengetik) selama kurang lebih 2 tahun.
Nah, itu satu mimpi Mas Gong di tahun ini. Lantas, apa mimpi saya? Ah, saya sih tak muluk-muluk. Paling juga menikah dengan akhowat sholihah nan jamilah yang kucinta sepenuh rasa(beda bilik dengan cinta padaNya dan utusanNya, tentu), melanjutkan studi pascasarjana dengan beasiswa, mulai berkarier tanpa mesti harus berpindah-pindah kerja, serta merintis fondasi wirausaha penerbitan-perpustakaan-toko buku, dan satu cita yang telah lama tertunda : menerbitkan buku saya sendiri. Hohohohooo... Yups. ada satu novel yang sedang saya garap yang kini sudah masuk di bab kedua. Moga bisa kelar dan launching di awal september kelak. Oh iya, ada satu hal lagi yang jadi kefikiran dari saran Mas Gong. Kenapa tak mengumpulkan tulisan di blog saya untuk dijadikan buku saja? Hmmm.. Boleh juga tuh :D
*****
Oleh-oleh dari Rumah Dunia
Serang, Banten
Senin, 26 Januari 2009
Foto-foto menyusul dengan segera, semoga.. Duh, sudah tak kuasa menahan gejolak bernarsis ria :))
Selasa, 27 Januari 2009
Mimpi Tanto dan Gola Gong, Tahun Ini
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar