Kamis, 27 November 2008

Ketika Ka'bah Berada di Bogor, Diriku pun Menjadi Kejam

Bismillah...

"Maaf, tidak boleh masuk, Kang.", saya hadang pedagang asongan air minum mineral itu. Sudah gitu, dia pura-pura gak lihat juga dan memaksa lewat. Saya pun menggamit lengan dan mendorong pedagang itu keluar.
"Maaf, tidak boleh masuk, Kang.", sekali lagi.
"Cuma lewat aja ke sana kok.", emang gue bego? Lewat ke sana berarti masuk. Satu bisa masuk, yang lain akan menuntut untuk masuk.
"Tidak boleh.", kutatap tajam pedagang ngeyel itu. Eh, dia malah mencoba masuk lagi. Ya sudah saya tarik kasar saja tuh orang.
"Saya emang orang kecil. Beginilah nasib orang kecil.", mencaknya dengan nada marah ke rekan pedagang yang sedang berkerumun lainnya. Saya tatap terus orang itu. Kalau tatapan saya dia tafsirkan sebagai ajakan berkelahi, akan saya jabanin dengan sangat senang hati. Hitung-hitung praktek langsung Thifan. Heh...

Dan yang lebih repot, pas pedagangnya ibu-ibu. Duh, mo digimanain bingung juga. Ampun deh kalo sudah ngeyel-ngeyelan sama Ibu-ibu. Suka histeris-histerisan gitu dah. Hahhh... Ajib dah. Tapi walau bagaimana, mesti tegas. Kalau dibiarkan masuk, kemungkinan pencopetan dan kemacetan para jama'ah cilik kota Bogor akan semakin menjadi, seperti tahun lalu. Bukan pedagangnya yang mencopet, tapi kerumunan dan kesesakan karena para pedagang bertransaksi di wilayah padat itulah yang menjadi penyebab. Copet jadi terlindungi dari pengawasan. Selain itu, anak-anak RA menangis kegerahan, kegencet, pingsan dan dehidrasi tidak boleh lagi terjadi di hari ini. Dan hasil evaluasi tahun lalu, semua itu diakibatkan pedagang di sekitar kerumunan anak-anak.

Hah. Hari ini saya jadi orang kejam dan bengis. Ada pedagang yang ngasong dengan maksa, saya datangin, saya hardik. Ya ya ya.. Hari ini saya jadi orang tegaan. Bodo! Usir sana usir sini para pedagang. Toh, tetep ganteng ini. :D

Simulasi ibadah haji yang dimotori oleh IGRA(Ikatan Guru Raudhatul Athfal) Kota Bogor ini, tak boleh ada lagi kasus pencopetan sampai penyayatan oleh orang-orang pencari nafkah haram. Tak boleh lagi! Ketaktegasan dalam pensterilan wilayah(terutama dari pedagang) menjadi kunci penting dalam pengamanan ini. Tegas. Tapi tegas, susah sekali untuk tidak kasar. Jika yang dihadapi adalah orang-orang ngeyel na'udzubillah. Hahhh...

Selamat hari kejam!

*****